Kamis, 24 November 2011

perbandingan OSI layer dan TCP/IP layer

Tabel Perbandingan OSI Layer dan TCP/IP Layer :

OSI (Open System Interconnection) model, terhitung tidak sukses dalam implementasi, namun penting untuk mempelajarinya karena sering kali OSI dijadikan referensi dan standar perbandingan dengan model network yang lain.
 
 
 
 
 
TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol) adalah standar komunikasi data yang digunakan oleh komunitas internet dalam proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan Internet. Protokol ini tidaklah dapat berdiri sendiri, karena memang protokol ini berupa kumpulan protokol (protocol suite). Setiap layer menyediakan servis-servis yang akan digunakan oleh layer diatasnya, ada 2 buah fungsi yang berbeda : same-layer interaction dan adjacent-layer interaction
• same-layer interaction : dua buah komputer menggunakan protokol untuk saling berkomunikasi dengan layer yang sama pada komputer lainnya.
• adjacent-layer interaction : pada satu komputer, sebuah layer menyediakan servis-servis yang akan digunakan oleh layer yang berada diatasnya.

1.      Application Layer
• Protokol-protokol pada layer aplikasi TCP/IP menyediakan servis-servis bagi software-software yang berjalan pada komputer. Layer aplikasi tidak menyediakan software itu sendiri tapi hanya menyediakan servis-servis yang bisa dimanfaatkan oleh software yang berjalan pada komputer kita, misalnya Mozilla Firefox yang berjalan pada komputer kita memanfaatkan protokol HTTP untuk mengakses suatu halaman web.
• Beberapa protokol yang beroperasi pada layer ini antara lain : HTTP, FTP, POP3, SMTP, dsb.
2.      Transport Layer
• Terdiri dari 2 buah protokol utama : Transmission Control Protocol (TCP) dan User Datagram Protocol (UDP).
• Menyediakan servis yang akan digunakan oleh Application Layer, misalnya: HTTP software meminta TCP untuk menjamin sampainya data pada tujuan, jika terjadi gangguan pada saat transmisi maka HTTP tidak akan melakukan apa-apa, tapi TCP akan mengirim ulang data yang hilang dan memastikan sampainya data pada tujuan.
3.      Internet Layer
• Menyediakan fungsi IP addressing, routing dan penentuan path terbaik
• Protokol yang paling terkenal adalah protokol IP (satu2nya protokol pada layer ini di TCP/IP)
4.      Network Access Layer
• Mendefinisikan protokol-protokol dan juga hardware yang digunakan untuk pengiriman data misalnya cabling, pemberian header dan trailer sehingga data bisa melewati tipe-tipe network yang berbeda topologi, mentransmisi data yang berupa bits ke jaringan, dsb.
• Protokol pada layer ini antara lain Ethernet pada jaringan LAN atau PPP pada WAN, juga termasuk Frame Relay.
Prinsip Kerja OSI Layer vs TCP/IP serta Perbedaan dan Persamaannya.
Persamaan Model OSI dan TCP/IP :
1) Keduanya memiliki layer (lapisan).
2) Sama - sama memiliki Application layer meskipun memiliki layanan yang berbeda.
3) Memiliki transport dan network layer yang sama.
4) Asumsi dasar keduanya adalah menggunakan teknologi packet switching.
5) Dua-duanya punya transport dan network layer yang bisa diperbandingkan.
6) Dua-duanya menggunakan teknologi packet-switching, bukan circuit-switching ( Teknologi Circuit-Switching digunakan pada analog telephone).

Perbedaan Model OSI dan TCP/IP :
1) TCP/IP menggabungkan presentation dan session layers kedalam application layers.
2) TCP/IP menggabungkan OSI-data link dan physical layers kedalam network access layer.
3) TCP/IP Protocol adalah standar dalam pengembangan internet.

Prinsip Kerja OSI Layer :
Ketika data ditransfer melalui jaringan, sebelumnya data tersebut harus melewati ke-tujuh layer dari satu terminal, mulai dari layer aplikasi sampai physical layer, kemudian di sisi penerima, data tersebut melewati layer physical sampai aplikasi. Dari masing-masing layer mempunyai tugas tersendiri demi kelancaran data yang akan dikirimkan. Berikut adalah deskripsi singkat beberapa tugas dari masing-masing layer dari layer application sampai physical.

Prinsip Kerja TCP/IP :
• Untuk memindahkan data antara dua komputer yang berbeda dalam suatu jaringan yang terdiri dari banyak komputer, dibutuhkan alamat tujuan dan perantara untukmemindahkan sinyal elektronik pembentuk data secara aman dan langsung.
• Internet menggunakan protokol untuk menjamin sampainya data secara aman di tempat tujuan.
• Saat seorang pengguna Internet mengirim sekelompok teks ke mesin lain, TCP/IP mulai bekerja. TCP membagi teks tersebut menjadi paket-paket data kecil, menambahkan beberapa informasi (dapat dianggap sebagai pengiriman barang), sehingga computer penerima memastikan bahwa paket yang diterimanya tidak mengalami kerusakan sepanjang pengiriman. IP menambahkan label yang berisikan informasi alamat pada paket tersebut.
• Deretan paket-paket TCP/IP berjalan menuju tujuan yang sama dengan menggunakan berbagai jalur yang berbeda. Sebuah perangkat khusus yang disebut router dipasang di titik persimpangan antar jaringan dan memutuskan jalur mana yang paling efisien yang menjadi langkah berikut dari sebuah paket. Router membantu mengatur arus lalu lintas di Internet dengan membagi beban, sehingga menghindari kelebihan beban pada suatu bagian dari sistem yang ada.
• Saat paket-paket TCP/IP tiba di tempat tujuannya, komputer akan membuka label alamat IP lalu menggunakan daftar pengiriman yang ada pada paket TCP untuk memeriksa apakah ada kerusakan paket yang terjadi selama pengiriman, dan menyusun kembali paket-paket tsb menjadi susunan teks seperti aslinya. Saat komputer penerima menemukan paket yang rusak, komputer tsb akan meminta komputer pengirim untuk mengirim salinan baru dari paket yang rusak.
• Sebuah perangkat khusus yang disebut gateway memungkinkan beragam tipe jaringan yang ada di horison elektronik untuk berkomunikasi dengan Internet menggunakan TCP/IP. Gateway menerjemahkan protokol asli jaringan komputer tersebut menjadi TCP/IP dan sebaliknya.
• Bagi seorang pemakai, Internet hadir seperti jaringan global raksasa yang tidak terbatas, yang langsung merespon jika diminta. Komputer, gateway, router, dan protokol yang membuat ilusi ini bekerja.
Penggunaan Layer OSI dalam kehidupan sehari-hari ,sebagai contoh sehari-hari kita menerima email :
Layer 7, Anda memakai Microsof Outlook yang mempunyay fungsi SMTP dan POP3
Layer 6, anda mengirim email dengan format ASCII atau HTML
Layer 5, anda menggunakan email anda harus menginstal OS dahulu untuk membuka sesi komunikas jaringan.
Layer 4, OS membuka SMTP dengan sebuah TCP socket kemudian protocol terbuka untuk menerima data dari server email
Layer 3, computer mencari IP addres dari SMTP Server dengan melihat routing table yang diberikan OS Router jika tidak ditemukan akan memberikan pesan.
Layer 2, Paket Data dari IP addres di kirimkan oleh Ethernet
Layer 1, mengubah paket data menjadi signal elektrik yang ditransformasilkan pada kabel UTP Cat5
 

konfigurasi dns, web server dan server

KONFIGURASI DNS, WEB SERVER DAN MAIL SERVER


^  LOGIN

^  Ketikan

Nano /etc/network/interfaces (enter)

Up ip address add 207.100.7.3/29 brd 207.100.7.15 dev eth0 label eth0:0
Up ip address  add 207.100.7.4/29 brd 207.100.7.15 dev eth0 label eth0:1

^  Reboot

^  Ifconfig

(lihat apakah sudah terlihat settingan tadi)

^  Atur ip client pada network

Pada Virtual Host-Only Network Properties

Ip add                                  :207.100.7.5

Subnet                                 :255.255.255.248

Default gateway                   :207.100.7.2

Preferred DNS                    :207.100.7.2

^  Klik kanan network Adapter

Ganti NAT dengan Host – only Adapter

^  Check ip server pada cmd client

Ping 207.100.7.2                (enter)

Hasil       :Replay From 207.100.7.2…..

^  Masuk ke konfigurasi DNSnya

Nano /etc/hosts

Tambahkan

207.100.7.2         stimik-elrahma.ac.id       dwirah

^  Nano /etc/hostname

Ganti hostname

Dwirah

^  /bin/hostname –F /etc/hostname

Untuk mengganti hostnamenya

^  Apt-get install bind9

^  Cd /etc/bind




^  nano named.conf

^  Cp db.local db.stimik

^  Cp db.127 db.207

^  Nano db.stimik




^  Nano db.207





^  Nano /etc/resolv.conf

Search  stimik-elrahma.ac.id

Nameserver       207.100.7.2

^  /etc/init.d/bind9 restart

^  Lalu check konfogurasinya dengan:

Nslookup stimik-elrahma.ac.id

Nslookup ns.stimik-elrahma.ac.id

Nslookup www.stimik-elrahma.ac.id

Nslookup mail.stimik-elrahma.ac.id

Nslookup 207.100.7.2

Nslookup 207.100.7.3

Nslookup 207.100.7.4

^  Apabila ada kesalahan check di

Nano db.stimik

Nano db.207

Nano named.conf

Atau dengan :

Tail –F /var/log/syslog

^  Apt-get install apache2 php5 postfix courier-imap courier-pop squirrelmail phpmyadmin mysql-server

^  Configuring mysql-server-5.0            :NO

^  New password for mysql-srver         :QWERTY

^  Configuring courier                            :NO

^  Postfix                                              :stimik-elrahma.ac.id

^  Pilih apache2                                    :OK

^  Check di browser                             :stimik-elrahma.ac.id

Hasil                                              :it works!

^  Nano /etc/apache2/apache2.conf

Tambhahkan pada bagian yang terakhir




^  Nano /etc/squirrelmail/apache.conf

Pada bagian bawah ketikan







^  /etc/init.d/apache2 restart

^  Membuat direktori mailnya

Maildirmake /etc/skel/Maildir

^  Nano /etc/postfix/main.cf

Tambahkan dii bagian paling bawah




^  /etc/init.d/ courier-imap restart

^  /etc/init.d/ courier-pop restart

^  /etc/init.d/ postfix  restart

^  Check di browser

Mail.stimik-elrahma.ac.id

^  Buat user baru

Adduser dwirah

Password QWERTY

^  Dpkg-reconfigure postfix

^  Internet site                                                   :OK

^  Root and postmaster                                     :dikosongi

^  Other destination to accept mail                     :tambahi 0.0.0.0/0

^  Local network                                               :tambahi 207.100.7.4/29, 0.0.0.0/0

^  Use procmail for local delivery                       :NO

^  Mailbox size                                                  :OK

^  Local address                                                :OK

^  Internet Protocol                                            :IPV4

^  /etc/init.d/postfix reload

^  Apat-get install links

^  Check do browser untuk masuk mail kita, atai bisa langsung dari server

Links mail.stimik-elrahma.ac.id

^  Welcome to links

Masukan nama akun dan passwordnya silahkan berkirim mail^^

serangan2 dalam jaringan



        jenis-jenis Ancaman pada jaringan komputer

Berikut   ini   akan   dijelaskan   beberapa   tipe-tipe   serangan   yang   dapat   dilancarkan   oleh   pihak-pihak
tertentu terhadap sebuah jaringan komputer:

–  DOS/DDOS
Denial of Services  dan  Distributed Denial of Services  adalah sebuah metode serangan yang
bertujuan   untuk   menghabiskan   sumber   daya   sebuah   peralatan   jaringan   komputer   sehingga
layanan jaringan komputer menjadi terganggu.
Salah satu bentuk serangan ini adalah 'SYN  Flood Attack', yang mengandalkan kelemahan
dalam   sistem  'three-way-handshake'.   'Three-way-handshake'   adalah   proses   awal   dalam
melakukan koneksi dengan protokol TCP. Proses ini dimulai dengan pihak klien mengirimkan
paket dengan tanda SYN. Lalu kemudian pihak server akan menjawab dengan mengirimkan
paket   dengan   tanda   SYN   dan  ACK.   Terakhir,   pihak   klien   akan   mengirimkan   paket  ACK.

Setelah itu, koneksi akan dinyatakan terbuka, sampai salah satu pihak mengirimkan paket FIN
atau paket RST atau terjadi  connection time-out. Dalam proses 'three-way-handshake',  selain
terjadi   inisiasi   koneksi,   juga   terjadi   pertukaran   data-data   parameter   yang   dibutuhkan   agar
koneksi yang sedang dibuat dalam berjalan dengan baik.
Dalam serangan ini, sebuah host akan menerima paket inisiasi koneksi (Paket dengan flag SYN)
dalam jumlah yang sangat banyak secara terus menerus. Akibatnya host yang sedang diserang
akan melakukan alokasi memori yang akan digunakan untuk menerima koneksi tersebut dan
karena paket inisiasi terus-menerus diterima maka ruang memori yang dapat digunakan untuk
menerima   koneksi   akan   habis.   Karena   semua   ruang   memori   yang   dapat   digunakan   untuk
menerima koneksi sudah habis, maka ketika ada permintaan baru untuk melakukan inisiasi
koneksi,  host  ini tidak dapat melakukan alokasi memori sehingga permintaan baru ini tidak
dapat   dilayani   oleh  host  ini.  Untuk   menghindari   pelacakan,   biasanya   paket   serangan   yang
dikirimkan memiliki alamat IP sumber yang dipalsukan. Untuk menghadapi serangan seperti
ini,   sistem   operasi   –   sistem   operasi     modern   telah   mengimplementasikan   metode-metode
penanganan, antara lain :

  · Micro-blocksKetika   ada   sebuah  host  menerima   paket   inisiasi,   maka  host  akan
mengalokasikan ruang memori yang sangat kecil, sehingga host tersebut bisa menerima
koneksi   lebih  banyak.  Diharapkan   ruang  memori   dapat   menampung  semua   koneksi
yang   dikirimkan,   sampai   terjadi  connection-time-out,   dimana   koneksi-koneksi   yang
stale, yaitu koneksi yang tidak menyelesaikan proses 'three-way-handshake' atau sudah
lama tidak ada transaksi data, akan dihapuskan dari memori dan memberikan ruang bagi
koneksi-koneksi baru. Metode ini tidak terlalu efektif karena bergantung pada kecepatan
serangan   dilakukan,   apabila   ternyata   kecepatan   paket   serangan   datang   lebih   cepat
daripada lamanya waktu yang perlu ditunggu agar terjadi   connection-time-out  pada
paket-paket yang stale, make ruang memori yang dapat dialokasikan akan tetap habis.

  · SYN Cookies. Ketika menerima paket inisiasi, host penerima akan mengirimkan paket
tantangan   yang   harus   dijawab   pengirim,   sebelum  host  penerima   mengalokasikan
memori yang dibutuhkan. Tantangan yang diberikan adalah berupa paket SYN-ACK
dengan nomor urut khusus yang merupakan hasil dari fungsi hash dengan input alamat
IP pengirim, nomor  port, dll. Jawaban dari pengirim akan mengandung nomor urut
tersebut.   Tetapi   untuk   melakukan   perhitungan  hash  membutuhkan   sumber-daya
komputasi   yang   cukup   besar,   sehingga   banyak   server-server   yang   aplikasinya
membutuhkan kemampuan komputasi tinggi tidak mempergunakan metode ini. Metode
ini merubah waktu peng-alokasian memori, yang tadinya pada awal dari proses 'three-
way-handshake', menjadi diakhir dari proses tersebut. (notes: pada standard TCP/IP

yang baru, ditentukan bahwa diperlukan cara yang lebih baik untuk menentukan urut
paket, sehingga sulit untuk ditebak. Jadi kemungkinan secara default, metode ini akan
digunakan pada seluruh peralatan jaringan komputer atau sistem operasi yang ada).

  · RST   Cookies.  Mirip   dengan  SYN   Cookies,   hanya   tantangan   yang   dikirimkan  host
penerima  ke   pengirim   adalah   sebuah   paket   yang   salah.   Apabila   pengirim   adalah
pengirim  yang valid, maka  pengirim  akan mengirimkan paket RST lalu mengulang
kembali   koneksi.   Ketika   penerima   menerima   paket   RST,  host  tersebut   tahu   bahwa
pengirim   adalah   valid   dan   akan   menerima   koneksi   dari   pengirim   dengan   normal.
Karena ada masalah dengan implementasi lapisan TCP/IP, metode ini kemungkinan
tidak kompatibel dengan beberapa sistem operasi. Metode ini merubah waktu peng-
alokasian memori, yang tadinya pada awal dari proses 'three-way-handshake', menjadi
diakhir dari proses tersebut.

Bentuk lain dari serangan DOS adalah 'Smurf Attack' yang mempergunakan paket ping request.
Dalam   melakukan   penyerangan,   penyerang   akan   mengirimkan   paket-paket   ping  request  ke
banyak host dengan merubah alamat IP sumber menjadi alamat host yang akan diserang. Host-
host yang menerima paket ping request tersebut akan mengirimkan paket balasan ke alamat IP
host korban serangan. Untuk serangan dapat mengganggu sistem korban, host yang menjawab
paket ping  request  harus cukup banyak. Oleh karena itu, biasanya paket ping  request  akan
dikirimkan ke alamat  broadcast  dari sebuah kelompok jaringan komputer, sehingga  host-host
pada kelompok jaringan komputer tersebut secara otomatis akan menjawab paket tersebut.

DOS juga dapat dilakukan dengan cara mengirimkan permintaan layanan yang diberikan oleh
sebuah host secara berlebihan atau terus menerus. Tujuan dari serangan model ini adalah untuk
membuat  host  menjadi terlalu sibuk atau kehabisan sumber daya komputasi sehingga tidak
dapat melayani permintaan-permintaan lainnya.

Perkembangan lanjutan dari DOS adalah DDOS, dimana host yang terlibat dalam serangan
lebih dari satu dan tersebar di banyak tempat. Banyaknya  host  yang terlibat dalam serangan
akan meningkatkan efek serangan dan mempersulit pihak yang diserang untuk mempertahankan
diri ataupun melakukan pelacakan asal serangan. Pada banyak kejadian, host-host yang terlibat
dalam serangan, tidak semuanya sadar bahwa mereka terlibat dalam sebuah serangan DDOS.
Host-host  tersebut telah disusupi terlebih dahulu oleh penyerang, sehingga penyerang dapat
mempergunakan host tersebut untuk melakukan serangan. Penyusupan dapat dilakukan dengan
cara mengirimkan trojan atau worm ke banyak host.

–  Packet Sniffing
Packet Sniffing adalah sebuah metode serangan dengan cara mendengarkan seluruh paket yang
lewat pada sebuah media komunikasi, baik itu media kabel maupun radio. Setelah paket-paket
yang lewat itu didapatkan, paket-paket tersebut kemudian disusun ulang sehingga data yang
dikirimkan oleh sebuah pihak dapat dicuri oleh pihak yang tidak berwenang.
Hal ini dapat dilakukan karena pada dasarnya semua koneksi  ethernet  adalah koneksi yang
bersifat broadcast, di mana semua host dalam sebuah kelompok jaringan akan menerima paket
yang dikirimkan oleh sebuah host. Pada keadaan normal, hanya host yang menjadi tujuan paket
yang akan memproses paket tersebut sedangkan  host  yang lainnya akan mengacuhkan paket-
paket tersebut. Namun pada keadaan tertentu, sebuah host bisa merubah konfigurasi sehingga
host tersebut akan memproses semua paket yang dikirimkan oleh host lainnya.
Cukup sulit untuk melindungi diri dari gangguan ini karena sifat dari  packet sniffing  yang
merupakan   metode   pasif   (pihak   penyerang   tidak   perlu   melakukan   apapun,   hanya   perlu
mendengar saja). Namun ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi hal ini, yaitu:
  · Secara   rutin   melakukan   pemeriksaan   apakah   ada  host  di   jaringan   kita   yang   sedang
dalam mode  promiscuous, yaitu sebuah mode dimana  host  tersebut akan memproses
semua paket yang diterima dari media fisik. Akan tetapi hal ini hanya akan melindungi
diri kita terhadap packet sniffer yang berada pada satu kelompok jaringan dengan kita.
Penyerang   yang   melakukan  sniffing  dari   luar   jaringan   komputer   kita   tidak   akan
terdeteksi dengan menggunakan metode ini.
  · Mempergunakan   SSL   atau   TLS   dalam   melakukan   pengiriman   data.   Ini   tidak   akan
mencegah packet sniffer untuk mencuri paket yang dikirimkan, akan tetapi paket-paket
yang dicuri tidak bisa dipergunakan karena dikirimkan dengan menggunakan format
yang terenkripsi.
  · Melakukan   koneksi   VPN,   sehingga   tetap   bisa   mempergunakan   aplikasi   yang   tidak
mendukung SSL atau TLS dengan aman.

Packet Sniffing sebagai tools pengelola jaringan
Sebenarnya selain sebagai menjadi alat untuk melakukan kejahatan,  packet sniffer  juga bisa
digunakan sebagai alat pertahanan. Dengan melakukan analisa paket-paket yang melalui sebuah
media   jaringan   komputer,   pengelola   dapat   mengetahui   apabila   ada   sebuah  host  yang
mengirimkan paket-paket yang tidak normal, misalnya karena terinfeksi virus. Sebuah IDS juga
pada   dasarnya   adalah   sebuah  packet   sniffer  yang   bertugas   untuk   mencari  host  yang
mengirimkan paket-paket yang berbahaya bagi keamanan. Selain itu  packet sniffer  juga bisa
menjadi  alat   untuk  melakukan  analisa  permasalahan  yang  sedang  dihadapi   sebuah  jaringan
komputer. Misalkan ketika sebuah  host  tidak dapat  berhubungan dengan  host  lainnya yang
berada pada kelompok jaringan yang berbeda, maka dengan packet sniffer, pengelola jaringan
komputer dapat melakukan penelusuran dimana permasalahan koneksi itu terletak.

protokol pada masing2 layer


OSI Seven Layer dan contoh protokol-protokol yang digunakan
Supaya setiap peralatan dalam sebuah jaringan dapat berkomunikasi, maka peralatan tersebut harus memiliki 'bahasa' yang sama. Hal itulah yang disebut dengan protokol. Protokol adalah sekumpulan aturan yang mendefinisikan bagaimana peralatan-peralatan dalam jaringan saling berkomunikasi.

Pada mulanya setiap vendor memiliki standar masing-masing sehingga sebuah peralatan jaringan hanya dapat berkomunikasi dengan peralatan yang memiliki merek yang sama.

Kemudian supaya setiap peralatan jaringan dari berbagai vendor dapat saling berkomunikasim dibuatlah standarisasi. Salah satu standar yang banyak digunakan saat ini adalah OSI (Open System Interconnection) yang dikembangkon oleh ISO (Internasional Standart Organization).
Pada model OSI ini diterapkan model lapisan atau layer dimana setiap lapisan memiliki fungsi masing-masing. Standar OSI tidak membahas secara mendetail tentang cara kerja masing-masing lapisan. tetapi hanya memberikan konsep dan menentukan proses yang terjadi pada lapisan tertentu serta menentukan protokol yang dapat digunakan pada lapisan tersebut.

Pada model OSI, ada tujuh lapisan/layer yang masing-masing beserta fungsi dan contoh protokol sebagai berikut.
1. APLICATION LAYER
Melayani antar muka antara aplikasi dan jaringan, protokol yang  digunakan contohnya FTP, DMTIP, POP3.
2. PRESENTATION LAYER
Menangani format data agar dapat dimengerti oleh penerima, pada layer ini juga kompresi, enkripsi-deskripsi data dilakukan, contoh protokolnmya ASCII, MPEG, JPEG.
3. SESSION LAYER
Memisahkan data antar sesi dan antar aplikasi yang berjalan, contohnya protokol SQL, RPC.
4. TRANSPORT LAYER
Mengatur jalannya pertukaran data, pada lapisan ini juga ada fungsu error recovery, contoh protokolnya TCP, UDP, SPX.
5. NETWORK LAYER
Menentukan jalur atau rute pengiriman dan meneruskan paket ke alamat tujuan, contoh protokolnya IP, IPX ARP, RARP, ICMP, RIP.
6. DATA LINK LAYER
Memeprsiapkan dan membangun transmisi data, contoh protokolnya SLIP, PPP, MTU.
7. PHYSICAL LAYER
Mentransmisikan data biner melalui komunikasi, contoh protokolnya : 10baseT, 100baseT, RS232.

Proses yang terjadi pada informasi yang dikirimkan oleh sebuah aplikasi ketika melalui lapisan OSI di atas adalah sebagai berikut
  1. Pada Aplication, Presentation dan session layer, informasi diubah menjadi data.
  2. Pada Transport layer, data diubah menjadi segmen.
  3. Pada Network layer, segmen diubah menjadi paket.
  4. Pada Data link layer, paket diubah menjadi frame.
  5. Pada Phisical layer, frame diubah menjadi bit sehingga siap untuk dikirimkan.

Pada sisi penerima, hal yang sama juga terjadi, dari bit, data dibuah menjadi frame dan seterusnya sehingga akhirnya menjadi informasi yang diterima oleh aplikasi penerimanya.